Ads 468x60px

Definition List

Search

1/13/14

istilah-istilah Ekonomi mikro :


- Capital : modal, faktor produksi yg digunakan untuk menghasilkan produk lainnya.

- Cost (biaya) : segala pengeluaran yang berhubungan dgn hasil yang diharapkan dimasa yang akan datang

- Ceiling price : harga eceran tertinggi

- Demand (permintaan) : keinginan konsumen untuk membeli suatu komoditi pd berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu

- Elasticity of demand : elastisitas harga dari permintaan

- Elasticity of supply : elastisitas harga dari penawaran

- Equilibrium : keseimbangan

- Equilibrium price (harga keseimbangan/harga pasar) : harga yg terbentuk pada tingkat dimana jumlah yang diinginkan penjual maupun pembeli adl sama

- Equilibrium quantity : jumlah keseimbangan pasar

- Engei’s law (hukum angel) : semakin besar pendapatan seseorang, semakin kecil bagian pendapatannya yang digunakan untuk konsumsi dan sebaliknya

- Barang konsumsi : barang yang langsung dapat digunakan untuk memuaskan kebutuhan konsumen

- Barang modal : barang yang berguna untuk menghasilkan baranglain

- Diminishing marginal utility : utilitas marginal yg semakin menurun

- Keseimbangan pasar : sutau kondisi dimana ditandai dengan tidak terjadinya kelebihan penawaran krn harga terlalu tinggi atau kelebihan permintaan

- Elastisitas silang : ukuran perbandingan antara persentase perubahan jml barang x yg diminta dengan presentase harga barang y

- Barang komplementer : barang yang saling melengkapi

- Barang subsitusi : barang yang dapat menggantikan barang yang lainnya

- Elestisitas pendapatan : ukuran presntase perubahan jml barang yang diminta sebagai akibat dari perubahan pendapatan konsumen sebesar 1%

- Ceteris paribus : faktor-faktor lain tetap atau konstan

- Hukum penawaran : hubungan antara harga barang/jasa dengan jumlah yang ditawarkan positif

- Hukum permintaan : permintaan suatu barang akan meningkat jika harga barang tsb turun dan permintaan barang akan turun jika harga barang tsb naik

- Indipendent variable (variabel bebas) : variabel yang dapat mempengaruhi nilai variabel lain tetapi tidak dapat dipengaruhi variabel lain

- Dependent variable (variabel terikat) : variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel lain tetapi tidak dapat mempengaruhi variabel lain

- Elastisitas harga dari permintaan : tingkat kepekaan perubahan jumlah barang/jasa yang diminta terhadap perubahan harga

- Elastisitas harga dari penawaran : tingkat kepekaan perubahan jml yg ditawarkan terhadap perubahan harga

- Elastisitas pendapatan : kecendrungan perubahan permintaan yang disebabkan oleh perubahan pendapatan masyarakat

- Faktor produksi : semua unsur yang menopang usaha penciptaan nilai atau usaha memperbesar nilai barang/jasa

- Average product : jumlah produk total dibagi jumlah unit faktor variabel

- Fungsi produksi : persamaan yang menunjukkan hubungan antara input dan output

- Law of diminishing return : hukum hasil lebih yang semakin berkurang

- Fungsi permintaan : merupakan permintaan yang dinyatakan dalam hubungan matematis dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya

- Faktor penawaran : penawaran yang dinyatakan dalam hubungan matematis dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya

- Faktor ceterisparibus : faktor-faktor selain harga

- Koefisien elestisitas harga permintaan : menunjukkan ukuran besarnya rasio antara presentase perubahan jumlah produk yang diminta dan presentase perubahan harga produk tersebut

- Consumers surplus (surplus konsumen) : perbedaan/selisih diantara jumlah pembayaran yang benar-benar dibayarkan atas sejumlah barang dengan pembayaran maksimum yang sanggup dibayarkan untuk barang tersebut

- Kurva indeferent : kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi konsumsi antara komodoti x dan y yang memberikan tingkat utilitas atau kepuasan yang sama

- Barang normal :barang/komoditi yang jumlah pembelinya mengikuti pendapatan

- Benda giffen : benda inferior tetapi kalau ada barang tersebut akan membeli lebih banyak (pendapatan naik)

- APL (Average Product of Labour) : rata-rata produk yang dihasilkan oleh satu unit input variabel

- Kurva isoquan : kurva yang menghubungkan titik-titik kombinasi input untuk menghasilkan tingkat output yang sama

- Kurva isocost : kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi pembelian dua input variabel dan modal dengan menggunakan jumlah anggaran yang sama

- Isoquant : kepuasan yang diukur secara objektif

- Isocost : biaya yang dikeluarkan produsen

- Eksplisit : segala biaya yang dikeluarkan dalam rangka mendapatkan faktor-faktor produksi

- implisit : semua biaya taksiran yang dimiliki oleh faktor produksi apabila digunakan

- Expense (ongkos) : pengeluaran yang dilakukan untuk manfaat yang telah kita dapat saat ini/yang lalu

- Biaya tetap (fixed cost) : biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan yang bersifat tetap dalam rangka operasional perusahaan

- Biaya berubah (variable cost) : biaya yang dikeluarkan berhubungan dgn banyaknya faktor produksi yg digunakan serta besar kecilnya unit produksi

- Biaya total (total cost) : segala biaya baik tetap maupun variabel yang harus dikeluarkan dlm rangka operasional perusahaan

- Biaya rata-rata (average cost) : rata-rata biaya total yang dikeluarkan oleh perusahaan baik tetap maupun variabel

- Biaya tetap rata-rata (average fixed cost) : rata-rata biaya tetap sehubungan dengan produksi per unit barang oleh perusahaan

- Biaya rata-rata jangka panjang : biaya rata-rata jangka pendek yang digabungkan menjadi satu sehingga membentuk amplop

- Biaya marginal (marginal cost) :tambahan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan sebagai akibat dari bertambahnya faktor produksi dan dalam rangka menambah unit produksi

- Barang homogen : barang seragam/sama

- Diferensiasi produk : usaha untuk membedakan produk yang dihasilkan dihasilkan oleh perusahaan untuk memberikan daya tarik langsung maupun tidak langsung kpd konsumen

- Diskriminasi harga : perbedaan harga untuk pasar dan barang yang sama

- Ekspektasi : harapan

- Budget line (garis anggaran) : batasan kemampuan konsumen secara umum

- Income consumption curve : kombinasi produk yang dikonsumsi untuk memberikan kepuasan maksimum kpd konsumen pada berbagai tingkat pendapatan

- Ecomonic profit : besarnya keuntungan yang melebihi normal profit

- Break event analyst : analisis yang mempertimbangkan tingkat kuantitas penjualan perusahaan dimana penerimaan sama dgn pengeluaran biayanya

- Kurva biaya rata-rata jangka panjang : grafik dari biaya rata-rata minimum untuk menghasilkan suatu komoditi pada tiap tingkat produksi dengan asumsi tingkat teknologi dan harga-harga masukan diketahui, sedangkan produsen bebas memilih besar optimal pabriknya

- Kurva biaya rata-rata jangka pendek : grafik dari biaya rata-rata minimum utk menghasilkan suatu komoditi pada tiap tingkat produksi, berdasarkan teknologi dan harga masukan dari pabrik yang ada

- Breakevent point (titik pilang pokok) : tingkat pendapatan perorangan, keluarga, atau masyarakat dimana seluruhnya habis utk barang-barang konsumsi

- Anggaran berimbang : suatu anggaran yang disusun sedemikian rupa sehingga total belanja sama dgn total penerimaan

- Defisit anggaran : kelebihan total belanja diatas total penerimaan

- Equilibrium kompetitif : penyeimbang penawaran dan permintaan dlm perekonomian atau pasar yg bersaing sempurna karena penjual dan pembeli kompetitif sempurna tidak mempunyai daya unuk mempengaruhi pasar

- Kekuasaan konsumen : hasil dari sistem harga atau pasar murni dimana konsumen yang menjadi diktator menentukan jenis dan kuantitas komoditi yg akan dihasilkan

- Konsumsi : kegiatan yang mengaitkan total konsumsi dgn tingkat pendapatan

- Biaya variabel rata-rata : total biaya variabel dibagi dgn kuantitas produk yang dihasilkan

- Biaya minimum : biaya per unit terendah yang mungkin dicapai

- Biaya variabel : biaya yang bervariasi menurut tingkat hasil produksi

- Derived demand (permintaan turunan) : permintaan akan suatu faktor produksi yg disebabkan oleh permintaan akan barang jadi yg dihasilkan faktor tsb

- Disequilibrium : keadaan perekonomian yang sekarang tidak berada pada keadaan equilibrium

- Hukum permintaan dgn kemiringan negatif : ketentuan yang mengatakan bahwa ketika harga barang atau jasa menurun, konsumen akan lebih banyak membeli barang itu, dgn syarat barang lainnya tidak berubah

- Barang tahan lama : barang yang umurnya lebih dari 3 tahun

- Barang ekonomi : barang yg relatif langka dibanding dgn total permintaan akan barang tersebut

- Economic man (manusia ekonomi) : konsepsi ttg seseorang yg benar-benar rasional dimana motifasinya semata-mata berdasarkan pertimbangan ekonomi

- Economise of scale (skala ekonomi) : situasi dimana biaya produksi rata-rata menurun dgn bertambahnya besarnya kapasitas pabrik dan hasil produksi

- Economies of scope : kehematan ekonomis karena menghasilkan berbagai barang dan jasa

- Efisien : pemanfaatan sumber daya ekonomi dgn cara yg paling efektif

- Elastisitas : istilah yang digunakan luas dlm ekonomi unt menggambarkan reaksi suatu variabel terhadap perubahan variabel lainnya

- Equilibrium konsumen : posisi dimana konsumen dapat memeksimalkan nilai gunanya

- Equilibriun jangka pendek dan jangka panjang : equilibrium yg tercapai dlm kurun waktu yg berbeda, jangka pendek atau jangka panjang yang juga tergantung pada apakah besaran pabrik dapat menyesuaikan diri dgn baik

- Exclusion principel (prinsip eksklusi) : kriteria yang membedakan barang publik dgn barang swasta

- Barang jadi : barang yg dihasilkan utk dipakai, jadi bukan utk menghasiklan barang lainnya

- Barang bebas : barang-barang yg tidak termasuk dlm barang ekonomi

- Impicit-cost elements (unsur biaya implisit) : biaya yg tidak kelihatan sbg biaya rupiah yg eksplisit tetapi tetap harus dianggap sebagai biaya

- Income (penghasilan) : arus upah, bunga, deviden dan penerimaan lainnya yg menjadi hak seseorang atau suatu bangsa

- Efek perubahan harga atas penghasilan : perubahan dlm kuantitas yg diminta dari suatu komoditi karena kenaikan atau penurunan pendapatan riil konsumen yg merupakan akibat dari perubahan harga

- Hukum biaya relatif yang meningkat : hukum kelangkaan pada suatu perekonomian dgn kesempatan kerja penuh yg menyatakan bahea masyarakat yg menginginkan lebih banyak barang A harus mau mengorbankan sebagian barang B

- Indifference map (peta indeferen) : grafik yg memperlihatkan sekelompok kurva-kurva indiferen

- Inelastic demand (permintaan inelastis) : situasi dimana elastisitas dari harga permintaan nilainya berada dibawah

- Barang inferior : jenis barang yg konsumsinya akan menurun dgn meningkatnya pendapatan seseorang

- Barang setengah jadi : jenis barang yg telah menjalani sebagian proses pengolahan dan belum mencapai tahap akhir

- Least-cost production rule (ketentuan produksi biaya termurah) : ketentuan bahwa biaya utk menghasilkan suatu tingkat hasil produksi akan berada dititik minimum bila rasio produk hasil penjualan marginal dari tiap masukan terhadap harga masukan tersebut adalah sama utk semua masukan

- Hasil penjualan marginal (marginal revenue) : tambahan hasil penjualan yang diterima perusahaan dari penjualan tambahan 1 unit hasil produksi

- Biaya kesempatan (opportunity cost) : nilai dari kesempatan penggunaan suatu barang ekonomi berikutnya/nilai dari alternatif yang dikorbankan

- Analisis ekuilibrium parsial : analisis dgn konsentrasi pada pengaruh perubahan dlm pasar masing-masing, dgn mengasumsikan “yang lain tidak berubah”

- Indeks harga : angka indeks yg menggambarkan perubahan rata-rata harga sekelompok barang dalam satu kurun waktu

- Indeks harga produsen : indeks harga dari barang grosiran, seperti baja, gandum dll

- Fungsi produksi : fungsi matematika yg menyatakan berapa jumlah hasil produksi yg dapat dicapai dgn suatu masukan dalam unit tertentu

- Garis batas kemungkinan produksi : grafik yang melukiskan rangkaian barang yang dapat dihasilkan oleh suatu perekonomian

- Produktivitas : rasio perbandingan hasil produksi dengan masukkannya

- Barang umum : suatu komoditi yang mungkin disediakan bagi semua orang dengan biaya yg sama jika misalnya pun hanya utk satu orang

- Garis batas kemungkinan utilitas : grafik yg melukiskan utilitas/kepuasan dari dua konsumen yg masing-masing diukurkan pada tiap sumbu

sumber: kamus istilah ekonomi
wikipedia
digital book ATA semester 4 Universitas Gunadarma

Hmm, cukup banyak bukan.. sebaiknya Anda hafalkan kalau bisa karena istilah2 ini sering digunakan dalam bahasa Ekonomi.
mudah2an postingan saya ini menambah ilmu kita semua.

Teori produksi dan biaya produksi


I. TEORI PRODUKSI

Produksi adalah menciptakan manfaat dan bukan menciptakan materi. Maksudnyaadalah bahwa manusia mengolah materi itu untuk mencukupi berbagai kebutuhannya,sehingga materi itu mempunyai kemanfaatan. Di dalam faktor- faktor produksi yang digunakan dan untuk masing-masingfaktor produksi tersebut beberapa jumlah yang akan di gunakan dan untuk memecahkan persoalan ini ada aspek yang harus di pikirkan yaitu:

a.       Komposisi faktor produksi yang bagaimana perlu di gunakan untuk menciptakan tingkat yang tinggi
b.       Komposisi faktor produksi yang bagaimana akan meminimumkan biaya produksi yang di keluarkan untuk suatu tingkat produksi tertentu.

A. Fungsi Produksi

Hubungan di antara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi dinamakan fungsi produksi faktor-faktor produksi, seperti telah di jelaskan,dapat dibedakan kepada empat golongan yaitu:
·         Tenaga kerja
·         Tanah
·         Modal
·         Dan keahlian keusahawanan

Faktor-faktor produksi yang berubah-ubah jumlahnya dengan tingkat produksi yang dicapai

B. Feminimuman Biaya Produksi

Faktor produksi yang akan meminimumkan biaya produksi dan besarnya pembayaran kepada faktor produksi yang akan di gunakan dan besarnya hasil tambahan penjualan yang diwujudkan oleh faktor produksi:

1.    Jangka panjang : Suatu periode dalam analisis kegiatan memproduksifirma-firma yang memisalkan periode tersebut adalahcukup panjang dan memungkinkan firma-firma menambahsuatu faktor produksi yang di perlukan dalam operasinya
2.    Jangka pendek : Suatu periode dalam analisis kegiatan memproduksifirma yang memisahkan bahwa dalam periode tersebuthanya satu faktor produksi saja (tenaga kerja ) yang jumlahnya dapat diubah .
3.    Firma (perusahaan) : Unit produksi dalam teori ekonomi yang berfungsimenghasilkan barang yang diperlukan konsumen/ pembeli.
4.    Industri : Gabungan semua firma yang menjalankan kegiatanmenghasilkan suatu jenis barang tertentu. semuafirma tersebut merupakan keseluruhan penjual dalam pasar suatu barang.





C. Teori Produksi

Teori produksi yang sederhana menggambarkan tentang hubungandiantara tingkat produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut. satu-satunya faktor produksi yang dapat di ubah jumlahnya adalah tenaga kerja.

D. Hukum Hasil Lebih yang Semakin Berkurang

Hukum hasil yang semakin berkurang menyatakan apabila faktor  produksi yang dapat di ubah jumlahnya (tenaga kerja) terus menerus ditambah sebanyak satu unit, pada mulanya produksi total akan semakin banyak  pertambahanya, tetapi sesudah mencapai suatu tingkat tertentu produksi tambahan akan semakin berkurang dan akhirnya mencapai nilai negativ, sifat pertambahan produksi seperti ini menyebabkan pertambahan produksi total semakin lambat dan akhirnya ia mencapai tingkat yang maksimum dan kemudian menurun tenaga kerja yang di gunakan dapat di bedakan dalam tiga tahap yaitu :
- Tahap pertama : Produksi total mengalami pertambahan yang semakincepat
- Tahap kedua : Produksi total pertambahanya semakin lambat
- Tahap ketiga : Produksi total semakin lama semakin berkurang

E. Produksi Total, Produksi Rata-rata dan Produksi Marjinal 

a)    Produksi total merupakan : Produksi yang di hasilkan oleh sejumlah tenagakerja tertentu.
b)    Produksi rata-rata : Pada suatu tingkat penggunaan tenaga kerja tertentu, produksi ini merupakan jumlah rata-rata yang di wujudkan oleh seorang pekerja. Nilai yang dihitung dengan membagi produksi total dengan jumlahtenaga kerja yang di gunakan tambahan
c)    Produksi marjinal merupakan : Produksi yang akan berlaku apabila seunit(seorang) tenaga kerja di tambah



II. TEORI BIAYA PRODUKSI

Biaya produksi dapat didefinisikan sebagai semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan- bahan mentah yang akan di gunakan untuk menciptakan barang-barang yang di produksi perusahaan tersebut.

Biaya produksi yang di keluarkan setiap perusahaan dapat di bedakan dalam (2) jenis.
-Biaya Eksplisit
-Biaya Tersembunyi ( Inpute Cost )



 
Biya Ekplisit yaitu : Semua pengeluaran untuk memperoleh faktor-faktor  produksi dan input lain yang di bayar melalui pasaran (pembayaran berupa uang)
Biaya  Tersembunyi yaitu : pembayaran untuk keahliaan keusahawanan produsen tersebut modalnya tersendiri yang di gunakan dalam perusahaan dan banguanan perusahaan yang di miliki

A. Beberapa Biaya Jangka Pendek 

Biya produksi dalam jangka pendek telah di terangkan bahwa dalammenganalisis biaya produksi perlu di bedakan dua jangka waktu
1.    Jangka pendek yaitu : jangka waktu dimana sebagian faktor produksitidak dapat di tambah jumlahnya
2.    Jangka panjang yaitu : jangka waktu dimana semua faktor produksi dapat mengalami perubahan.

B. Berbagai Pengertian Biaya Produksi Jangka Pendek 

Di misalkan tenaga kerja adalah faktor produksi yang berubah-ubah jumlahnya, sedangkan faktor-faktor produksi lainya jumlahnya tetap apabila jumlah faktor produksi yang di gunakan selalu berubah-ubah, maka biaya faktor produksi yang di keluarkan juga berubah-ubah nilainya dan apabila jumlah suatu faktor produksi yang di gunakan adalah tetap, maka biaya produksi yang di keluarkan untuk memperoleh adalah nilainya tetap.

C. Biaya Total dan Jenis – jenis BiayaTotal

-     Biaya total (TC) meliputi semua perbelanjaan keatas faktor-faktor produksi yang di gunakan yang meliputi faktor produksi yang tetap jumlahnya dan yang dapat brubah dalam persamaan:
TC=TFC+TVC
-     Biaya tetap total (TFC) yang meliputi perbelanjaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi yang tetap jumlahnya
-     Biaya berubah total (TVC) meliputi semua perbelanjaan yang digunakan untuk memperoleh faktor produksi yang dapat berubah jumlahnya

D. Biaya Rata-rata Dan Marjinal

-     Biaya tetap rata-rata (AFC) biaya ini merupakan biaya tetap yang dibelanjakan untuk menghasilkan setiap unit produksi.
-     Biaya berubah rata- rata (AVC) biaya ini merupakan biaya variabel yang di belanjakan untuk menghasilkan setiap unit prooduksi
-     Biaya total rata- rata biaya ini meliputi keseluruhan biaya yang di gunakanuntuk menghasilakn unit setiap unit produksi




 E. Biaya Produksi  Dalam Jangka Panjang 

Dalam jangka panjang perusahaan dapat menambah semua faktor  produksi atau infut yang akan di gunakan. Oleh karena itu biaya produksi tidak perlu lagi di bedakan antara biaya tetap dan biaya berubah.

F. Spelisasi Faktor-f aktor Produksi

Dalam perusahaan kecil ukurannya para pekerja harus menjalankan beberapa tugas. Oleh sebab itu mereka tidak perlu mencapai keterampilanyang tinggi di dalam mengerjakan pekerjaannya.
- Skala ekonomi, faktor- faktor yang menyebabkan operasi perusahaan yang semakin efisien            dalam jangka panjang
- Skala tidak ekonomi, faktor yang menyebabkan operasi perusahaan yang tidak efisien dalam jangka panjang. Faktor utama yang menyebabkan hal ini adalah administrasi perusahaan yang semaikin birokratis yang melambatkan keputusan dalam perusahaan .

Penentuan Harga Faktor - Faktor Produksi

Penentuan Harga Faktor - Faktor Produksi
Dalam teori produksi konvensional masalah penentuan harga ini berkait dengan upaya pencapaian tingkat keuntungan perusahaan. Dengan kata lain, masalah pokok dari
factor pricing ini adalah bagaimanamenentukan harga dan kuantitas faktor-faktor produksi sedemikian rupa sehingga produksi dapat menghasilkan tingkat keuntungan yang maksimum.
Produktifitas marjinal suatu faktor produksi semakin lama akan semakin menurun sejalan dengan penambahan faktor produksi tersebut. Dengan kata lain, produktifitas marjinal ini mengikuti hukum ‘tambahan hasil yang semakin menurun’ atau law of diminishing marginal product.

Dalam penentuan harga faktor produksi konsep produktifitasmarjinal memegang peranan yang amat penting, sebab ia merupakan ukuran harga faktor produksi yang paling efisien yaitu harga faktor produksi yang akan memberikan keuntungan maksimum bagi produsen. Pendekatan ini memiliki banyak keterbatasan dalam aplikasi pada dunia nyata, sehingga banyak dikritik oleh ekonom-ekonom konvensional sendiri. MenurutJan Pen, sebagaimana dikutip Sadeq (1992), beberapa keterbatasan dari pendekatan ini antaralain:

1.    konsep ini hanya dapat diterapkan pada fungsi produksi yang memiliki homogenitas berderajat pertama, padahal fungsi ini jarang terdapat dalam dunia nyata.Permasalahan akan lebih rumit jika diterapkan pada dua atau lebih fungsi produksi yang lebih realistis.
2.    konsep produktifitas marjinal mengasumsikan adanya persaingan sempurna dalam pasar faktor produksi, di mana semua kekuatan ekonomi terfragmentasi. Tetapi,konsep ini tidak dapat menjelaskan banyak kejadian diskriminasi dalam dunia nyata,misalnya: diskriminasi antara lelaki dan wanita, antara berbagai ras, suku dan kelasdalam masyarakat. Konsep ini juga tidak dapat menjelaskan fenomena kekuatan kolektif (collective bargaining ) yang dilakukan persatuan-persatuan dagang.
3.    konsep produktifitas marjinal juga mengasumsikan adanya wirausahawan yang hanya bertujuan untuk memaksimumkan keuntungan ( profit maximizer) denganmenetapkan tingkat upah sama dengan produk marjinal tenaga kerja (MPL = W). Dalamkenyataan tujuan seorang wirausahawan tidak selalu demikian. Ia mungkin memiliki beberapa tujuan, antara lain:
o  Memaksimumkan tingkat penjualan, misalnya mencapai market share terbesar dalam suatu industry.
o  Mendapatkan tingkat keuntungan rata-rata tertentu dari modal yang diinvestasikannya.
o  Memaksimumkan beberapatujuan lain yang bersifat sosial atau relijius dengan kendala tingkat keuntungan tertentu.
Menurut al Junayd (1992, h. 266-267) kritik terbanyak terhadap pendekatan produktifitas marjinal ini adalah kaitannya dengan faktor produksi tenaga kerja. Kritik yang utama adalah bahwa pendekatan ini merupakan suatu perlakukan de-humanisasi dari tenaga kerja, sebab tenaga kerja diperlakukan sama dengan tanah, modal atau barang fisik lainnya. Pertanyaan yang sering muncul dalam kaitan ini antara lain ‘bagaimana modal bekerjasama dengan tenaga kerja?’Tenaga kerja adalah manusia sementara modal bukanlah manusia dan tidak bisa membuatkeputusan-keputusan yang bersifat mental dan fisikal. Berkaitan dengan kritikan seperti ini biasanya juga dipercayai bahwa tidak harus ada suatu produk marjinal dari tanah atau produk marjinal dari modal, meskipun produk marjinal dari tenaga kerja tergantung kepada jumlahmodal dan tanah yang dimanfaatkan.

PRINSIP DASAR PENENTUAN HARGA FAKTOR PRODUKSI

Permintaan terhadap faktor produksi adalah permintaan turunan (derived demand ) bukanmerupakan permintaan asli ( genuine demand), yaitu sebagai hasil dari permintaan terhadap suatuhasil produksi atau output. Munculnya permintaan terhadap suatu faktor produksi adalah karena adanya pemrintaan terhadap hasil produksi. 

Terimakasih sobat telah membaca artikel Penentuan Harga Faktor - Faktor Produksi. semoga artikel Penentuan Harga Faktor - Faktor Produksi ini bisa menambah wawasan sobat mengenai Penentuan Harga Faktor - Faktor Produksi.

Pasar oligopoly

Pasar oligopoly
Pasar oligopoly adalah pasar yang didalamnya terdapat beberapa penjual terhadap 1 komoditi, sehingga tindakan 1 penjual akan mempengaruhi tindakan penjual lainnya. Jika produknya homogen disebut oligopoli murni (pure oligopoly) dan Jika produknya berbeda corak disebut oligopoli beda corak (differentiated oligopoly).
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.

Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti :      
·         Industri Semen
·         Industri Mobil
·         Industri Kertas.
Asumsi yang mendasari kondisi di pasar oligopoli adalah
1)     Penjual sebagai price maker. Penjual bukan hanya sebagai price maker, tetapi setiap perusahaan juga mengakui bahwa aksinya akan mempengaruhi harga dan output perusahaan lain, dan sebaliknya.
2)    Penjual bertindak secara strategik.
3)    Kemungkinan masuk pasar bervariasi dari mudah (free entry) sampai tidak mungkin masuk pasar (blockade).
4)    Pembeli sebagai price taker. Setiap pembeli tidak bisa mempengaruhi harga pasar.

Menurut Sweezy, ciri reaksi oligopolis jika terjadi perubahan harga adalah jika suatu oligopolis menurunkan harga maka oligopolis cenderung juga akan menurunkan harga karena tidak mau kehilangan konsumen dan jika oligopolis menaikkan harga maka akan kehilangan konsumen karena oligopolis lain tidak menaikkan harga dan akan mendapat tambahan konsumen dengan tanpa melakukan reaksi apapun. Hal ini menyebabkan kurva permintaan yang dihadapi oligopolis merupakan kurva yang patah (kinked demand curve).

Karakteristik pasar oligopoly :
·         Hanya terdapat sedikit perusahaan dalam industry.
·         Produknya homogen atau terdiferensiasi.
·         Pengambilan keputusan yang saling mempengaruhi.
·         Kompetisi non harga.

Penyebab terbentuknya pasar oligopoly  yaitu Efisiensi skala besar di dalam efisiensi teknis (teknologi) dan efisiensi ekonomi (biaya produksi). Profit hanya bisa tercipta apabila perusahaan mampu mencapai tingkat efisiensi. Efisiensi teknis menyangkut pada penggunaan teknologi dalam proses produksi. Kemampuan produsen dalam menempatkan sumber daya secara optimal. Efisiensi ekonomi menyangkut pada biaya produksi. Bagaimana mengatur biaya pada komposisi yang tepat sehingga harga yang dipasarkan merupakan harga yang bisa diterima pasar dan produsen.
Kompleksitas manajemen (tingkat kerumitan). Tingkat kerumitan dalam manajemen pengelolaan di suatu perusahaan.

Dalam pasar oligopoli prica war jarang sekali dilakukan, karena para produsen yang bermain didalamnya memiliki struktur modal yg cukup kuat. strategi untuk menaikan harga dilakukan melalui inovasi terbaru pada produk yang ditawarkan. Itulah sebabnya bila ada sedikit saja prubahan pada produk maka hargapun turut naik. bisa dikatakan price maker dlm oligopoli adalah produsen yang menjadi market leader. selain itu inovasi produk yang dilakukan oleh market lider pasti akan diikuti oleh produsen lain.

makalah analisis laporan kinerja keuangan

contoh makalah analisis laporan kinerja keuangan

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………….………………………........  i
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………..…… ii
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………………….…. 1
1.1  Latar Belakang……………….…………………………………….……….................... 1
1.2  Perumusan Masalah………………………………………………………….…………. 1       
1.3  Tujuan Masalah………………………………………………..…………………………. 1
1.4  Manfaat Masalah……………………………..……………………………………..…… 1
BAB II PEMBAHASAN……………..……………………………………………………….. 2
2.1  MENGHITUNG VARIANS………………………………………………………............ 2
2.2  Varians Pendapatan………………………………………..……………………...… 2-4
2.3  Varians Beban…………………………………………………….…………..……….... 4
2.4  Varians Dalam Praktek…………………………………………………………..….. 4-5
2.5  Keterbatasan Analisis ………………………………………….…………….……….. 5
2.6  Tindakan Manajemen………………………………………………………..…………. 6
BAB III KASUS…………………………….……………………………………………….... 7
BAB IV PENUTUP……………….……………………………………………………..….... 8
4.1 Kesimpulan…………………………………………………………………………….…. 8
DAFTAR PUSTAKA……………………… ……………………………..…………………... 8
SLIDE POWERPOINT……………………………………………………………………..... 9






BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
Makalah ini memfokuskan pada analisis atas ukuran-ukuran kinerja keuangan. Bagian pertama menjelaskan bagaimana varians antara data aktual dan data anggaran dihitung untuk unit bisnis. Karena anggaran beban dan pendapatan merupakan bagian dari anggaran untuk unit bisnis, pembahasan ini dapat diperluas untuk mencakup pusat beban dan pusat pendapatan. Bagian kedua menjelaskan bagaimana laporan dari varians-varians ini digunakan oleh managemen senior untuk mengevaluasi kinerja unit bisnis.
2.1          Rumusan Masalah
Adapun latar belakang diatas mempunyai perumusan masalah yakni mengidentifikasi penyebab varians antara laba yang dianggarkan dan jumlah yang berkaitan pada masing-masing penyebab.

3.1          Tujuan Masalah
ü  Mampu memaparkan dan menjelaskan secara terperinci mengenai analisis penyebab varians tersebut.
ü  Pemenuhan tugas mata kuliah Sistem Pengendalian Manajemen.

4.1          Manfaat Masalah
Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tentang Analisis Laporan Kinerja Keuangan.







BAB II
PEMBAHASAN
2.1          MENGHITUNG VARIANS
Varians dibagi menjadi 2 yaitu
1.    varians pendapatan : varians volume dan varians harga untuk unit bisnis keseluruhan dan untuk setiap pusat tanggungjawab pemasaran dalam unit tersebut. varian tersebut dapat dibagi lebih lanjut berdasarkan area dan distrik penjualan.
2.    varians beban : beban produksi dan beban lainnya. Beban produksi  dapat dibagi lebih lanjut berdasarkan pabrik dan departemen dalam suatu pabrik.
Oleh karena itu, perusahaan bisa mengidentifikasikan setiap varians dengan manajer individual yang bertanggungjawab untuk itu. Analisis jenis ini adalah alat yang sangat ampuh. Tanpanya, kemanjuran anggaran laba akan sangat terbatas.
Kerangka analisis yang digunakan dalam analisis varians meliputi ide-ide berikut ini:
û  mengidentifikasikan faktor-faktor penyebab kunci yang mempengaruhi laba
û  merinci varians laba keseluruhan berdasarkan faktor-faktor penyebab kunci tersebut.
û  fokus pada dampak laba laba dari varians dalam setiap faktor penyebab.
û  Mencoba untuk menghitung dampak yang spesifik dan dapat dipisahkan dari setiap faktor penyebab dengan cara memvariasikan satu faktor saja sementara faktor-faktor lainnya dianggap konstan.
û  Menambahkan kompleksitas secara bertahap, lapis per lapis, mulai dari tingkat “akal sehat” yang paling mendasar (“mungupas bawang”).
û  Menghentikan proses tersebut ketika kompleksitas yang ditambahkan di tingkat yang baru dibuat tidak dijustifikasi dengan tambahan wawasan mengenai faktor-faktor penyebab yang endasari varians laba keseluruhan.

2.2          Varians Pendapatan
Dalam bagian ini, dijelaskan mengenai bagaimana menghitung varians harga, volume dan bauran penjualan. Perhitungan tersebut dibuat untuk setiap lini produksi, dan hasil dari lini produksi kemudian diagregasikan untuk menghitung total varians. Varians yang positif adalah menguntungkan, karena hal tersebut mengindikasikan bahwa laba aktual melebihi laba yang dianggarkan, dan varians yang negatif adalah tidak menguntungkan.



ü  Varians Harga Penjualan : Dihitung dengan mengalikan selisih antara harga aktual dan harga standar dengan volume aktual.
ü  Varians Bauran dan Volume : Seringkali varians bauran dan volume tidak dipisahkan. Persamaan untuk gabungan keduanya adalah :
      * Kontribusi per unit yang dianggarkan
ü  Varians volume diakibatkan dari menjual lebih banyak unit daripada yang dianggarkan.
ü  Varians bauran diakibatkan dari menjual proporsi produk yang berbeda dari yang diasumsikan dalam anggaran.
*Karena setiap produk memperoleh kontribusi per unit yang berbeda, maka penjualan proporsi produk yang berbeda dari yang di anggarkan akan menghasilkan suatu varians. Jika unit bisnis tersebut memiliki bauran yang “lebih kaya” (contoh: proposi produk yang lebih tinggi dengan margin kontribusi yang tinggi), laba aktual akan lebih tinggi dari yang dianggarkan dan jika unit bisnis tersebut memiliki bauran yang “lebih ramping” maka laba akan menjadi rendah. Karena varians volume dan bauran bersifat gabungan, maka teknik untuk memisahkan keduanya adalah sesuatu yang bersifat arbitrer. Yang diperjelas dibawah ini.
ü  Varians Bauran : untuk masing-masing produk diperoleh persamaan :

ü  Varians Volume : dapat dihitung dengan cara mengurangkan varians bauran dari gabuangan antara varians bauran dan varians volume.
ü  Analisis Pendapatan Lainnya : Varians pendapatan dapat dibagi-bagi lebih lanjut. Dalam kasus ini menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk mengklasifikasikannya per produk.
ü  Penetrasi Pasar dan Volume Industri : Salah satu perluasan dari analisis laba adalah untuk memisahkan varians bauran dan volume menjadi jumlah yang disebabkan oleh perbedaan dalam pangsa pasar dan jumlah yang disebabkan oleh perbedaan dalam volume produksi. Prinsipnya adalah bahwa manager unit bisnis bertanggungjawab alas pangsa pasar, tetapi mereka tidak bertanggung jawab atas volume industry karena hal tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi. Untuk membuat perhitungan ini, data penjualan industry harus tersedia. Persamaan berikut ini digunakan untuk memisahkan dampak penetrasi pasar dari volume industry untuk varians bauran dan volume:
*penetrasi pasar yang dianggarkan
*kontribusi per unit yang dianggarkan
2.3          Varians Beban
ü   Biaya Tetap : Varians antara biaya tetap actual dengan yang dianggarkan didapat dari pengurangan, karena biaya-biaya ini tidak di pengaruhi baik oleh volume penjualan maupun volume produksi.
ü  Biaya Variabel : adalan biaya yang bervariasi secara langsung dan proporsional dengan volume. Biaya produksi variable yang dianggarkan harus disesuakan dengan volume produksi actual. Asumsikan bahwa produksi bulan jaJanuari adalah sebagai berikut: produk A, 150.000 unit; produk B, 20.000 unit; produk C, 200.000 unit. Asumsikan juga bahwa biaya produksi variable yang terjadi dalam bulan Januari adalah sebagai berikut: Bahan Baku, $470.000; Tenaga Kerja $65.000; Overhead produksi variable, $90.000. Beban produksi yang dianggarkan disesuaikan ke jumlah yang seharusnya dikeluarkan pada tinkinerja actual gkat produksi actual dengan cara mengalihkan setai elemen dari biaya standar untuk setiap produk dengan volume produksi untuk produk tersebut.

2.4          Varians Dalam Praktek
ü  Periode Waktu Dari Perbandingan
Perbandingan antara anggaran tahunan dengan perkiraan saat ini akan kinerja aktual untuk saru tahun penuh menunjukan seberapa dekat manajer unit bisnis memperkirakan akan memenuhi target laba tahunan. Disisi lain kekuatan-kekuatan yang membuat kinerja aktual berada dibawah anggaran untuk tahun tersebut sampai dengan tanggal tertentu dapat diperkirakan akan berlanjut di bulan-bulan berikutnya, sehingga membuat angka akhir berbeda secara signifikan dari jumlah yang dianggarkan. Mendapatkan estimasi yang realistis tidak mudah. Manajer Unit bisnis cenderung optimis terhadapa kemampuan mereka untuk berkinerja dibulan-bulan selanjutnya, karena bila mereka pesimis, maka hal tersebut akan membuat kemampuan mereka untuk mengelolah diragukan.
ü  Fokus Pada Margin Kotor : Analisis varians dilakukan dengan mensubtitusi margin kotor untuk harga jual dalam persamaan pendapatan. Margin Kotor adalah selisih antara harga jual aktual dengan biaya produksi standar.
ü  Standar Evaluasi : Dalam system pengendalian manajemen, standar formal digunakan dalan evaluasi laporan atas aktivitas aktul dan terdiri atas tiga jenis, yaitu :
a.    Standar atau anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya : Standar ini merupakan dasar terhadap mana kinerja aktual siperbandingkan dibanyak perusahaan.
b.    Standar Historis : Standar jenis ini memiliki dua kelemahan yang serius:
1.         Kondisi mungkin saja berubah, antara kedua periode tersebut sedemikian rupa sehingga perbandingan menjadi tidak valid lagi.
2.          Kinerja periode sebelumnya mungkin saja tidak dapat diterima.
c.    Standar Eksternal : Standar ini adalah standar yang diturunkan dari kinerja pusat tanggung jawab lain atau perusahaan-perusahaan lain dalam industri  yang sama.
ü  Keterbatasan Standar
Varians antara kinerja aktual dan standar adalah bermakna hanya jika diturunkan dari standar yang valid. Bahkan biaya standar mungkin bukan merupakan estimasi yang akurat mengenai berapa biaya yang seharusnya dalam situasi tersebut. Situasi ini dapat muncul karena salah satu kedua alasan:
a.    Standar tersebut tidak ditetapkan dengan selayaknya,
b.    Walaupun standar tersebut ditetapkan secara layak dalam kondisi yang ada pada waktu itu, kondisi yang berubah membuat standar tersebut menjadi using.
ü  Sistem Biaya Penuh
Jika perusahaan memiliki system biaya penuh( full-cost system), baik biaya overhead variable maupun tetap dimasukkan dalam persediaan pada biaya standar per unit. Jika persediaan akhir lebih tinggi dibandingkan dengan persediaan awal , sebagian dari biaya overhead tetap yang terjadi di periode tersebut tetap akan tinggal di persediian dan bukannya mengalir ke harga pokok penjualan. Sebaliknya, jika saldo persediaan turun selama periode tersebut, lebih baynyak biaya overhead tetap yang dilepaskan ke harga pokok penjualan dibandingkan dengan jumlah aktual yang terjadi dalam periode tersebut.


2.5          Keterbatasan Analisis Varians
Keterbatasan yang paling penting adalah bahwa walaupun analisis ini mengidentifikasikan dimana varians terjadi, tetapi tidak mengatakan mengapa varians ini terjadi atau apa yang dilakukan mengenainya. Misalnya, Laporan tersebut munkin saja menunjukkan adanya varians signifikan yang tidak menguntukan dalam beban pemasaran, dan mungkin saja mengidentifikasikan varians ini dengan beban promosi penjualan yang tinggi. Tetapi, laporan tersebut tidk menjelaskan mengapa beban promosi penjualan tinggi dan apa, jika ada, tindakan yang sedang dilakukan. Penjelasan naratif, yang melengkapi laporan kinerja, seharusnya memberikan penjelasan semacam itu.
Masalah Kedua dalam analisis varians adalah untuk menentukan apakah suatu varians adalah signifikan. Keterbatasan ketiga dari analisis varians adalah bahwa ketika laporan kinerja menjadi lebih teragregasi, varians yang saling meniadakan dapat menyesatkan pembacanya.
Demikian pula, ketika varians menjadi semakin teragregasi, para manajer menjadi semakin bergantung pada penjelasan-penjelasan dan prediksi yang menyertainya. Para manajer pabrik mengetahui apa yang terjadi di pabrik mereka dan debgan mudah menjelaskan penyebab dari varians.
Akhirnya, laporan itu hanya menunjukan apa yang telah terjadi. Lapotan tersebut tidak menunjukan dampak masa depan dari tindakan-tindakan yang telah diambil oleh manajer.

2.6          Tindakan Manajemen
Ada satu prinsip utama dalam menganalisis laporan keuangan formal:  Laporan laba bulanan sebaiknya tidak berisi hal-hal yang tak terduga. Informasi yang signifikan harus dikomunikasikan secepatnya melalui telepon, fax, e-mail, atau pertemuan pribadi segera setelah hal itu diketahui. Laporan formal mengonfirmasikan kesan umum bahwa manajer senior telah mengetahui dari sumber-sumber tersebut.
Salah satu manfaat utama dari laporan formal adalah bahwa laporan tersebut memberikan tekanan yang diinginkan pada manajer ditingkat yang lebih rendah untuk mengambil tindakan perbaikan atas inisiatif mereka sendiri.
Laporan Laba adalah tidak berguna kecuali laporan tersebut mengarah pada tindakan. Tindakan tersebut mungkin terdiri dari pujian atas kerja telah dilakukan dengan baik, saran-saran untuk melakukan hal secara berbeda, “memproses”, atau tindakan ketenaga kerjaan yang lebih drastis lagi. Tetapi, tindakan-tindakan ini tidak dilakukan untuk setiap unit bisnis setiap bulan. Selama bisnis berjalan baik, pujian adalah yang paling diperlukan, dan kebanyakkan orang tidak mengharapkan untuk memperoleh pujian secara rutin.
BAB IV
PENUTUP
4.1     Kesimpulan
Para manager unit bisnis melaporkan kinerja keuangan mereka kepada managemen senior secara teratur, biasanya perbulan. Laporan formal terdiri dari perbandingan antara pendapatan dan biaya aktual dengan jumlah yang dianggarkan. Selisihnya, atau varians, antara kedua jumlah ini dapat dianalisis pada beberapa tingkatan yang rinci. Analisis ini mengidentifikasikan penyebab varians antara laba yang dianggarkan dan jumlah yang berkaitan dengan masing-masing penyebab.
***
DAFTAR PUSTAKA
Brownell, Peter, dan Mark Hirst. “Reliance on Accounting Information, Budgetary Participation, and Task Uncertanty: Test of a Three-Way Interaction.” Journal of Accounting Research XXIV, no.2 (Musim gugur 1986), hal. 241-49.
Brownell, Peter, dan Morris Mclnnes. “Budgetary Participation, Motivation, and Management Performance.” The Accounting Review, Oktober 1986, hal.587-600.
Chenhall, R. H., dan D. Morris. “The Impact of Structure, Environment, and Interdependence on the Perceived Usefulness of Management Accounting Systems.” The Accounting Review LXI, no.1 (Januari 1986), hal. 16-35


Ini adalah contoh makalah analisis laporan kinerja keuangan. semoga makalah analisis laporan kinerja keuangan ini dapat membantu sobat untuk lebih memahami makalah analisis laporan kinerja keuangan. enjoy....
 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates