^_^

27/12/12

Penentuan upah di pasar tenaga kerja


Penentuan upah di pasar tenaga kerja

Pembayaran tenaga kerja dibedakan dua jenis, yaitu upah dan gaji.
·         Gaji adalah pembayaran yang diberikan kepada pekerja tetap dan tenaga kerja profesional yang biasanya dilaksanakan sebulan sekali seperti pegawai pemerintah, guru, dosen, manajer, akuntan.  
·         Upah dimaksudkan sebagai pembayaran kepada pekerja – pekerja yang pekerjaannya berpindah – pindah, seperti pekerja pertanian, tukang kayu, tukang batu, dan buruh kasar.

Upah riil basanya diberikan kepada tenaga kerja tergantung produktivitas pekerja tersebut dalam perusahaan. Data – data mengenai upah terutama di negara maju menunjukkan adanya hubungan antara upah dengan produktivitas pekerja.

Seperti juga dengan pasar barang, pasar tenaga kerja dapat dibedakan dalam berbagai jenis. Bentuk-bentuk pasar tenaga kerja yang terpenting adalah
a)    Pasar tenaga kerja yang bersifat persaingan sempurna.
b)    Pasar tenaga kerja monopsoni.
c)    Pasar tenaga kerja monopoli di pihak pekerja.
d)    Pasar monopoli di kedua belah pihak yaitu pengusaha dan pekerja (monopoli bilateral). 


Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan oleh serikat buruh untuk menaikkan permintaan keatas tenaga kerja salah satu cara yang saling bermanfaat adalah dengan berusaha menaikkan produktifitas tenaga kerja, tujuan ini dapat dicapai dengan :
1.    Membuat seminar-seminar mengenai masalah pekerjaan yang mereka hadapi dan memberikan kesadaran tentang tenggung jawab para pekerja dalam perusahaan.
2.     Mengadakan latihan atau penyluhan terhadap pekerja guna untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja.





 FAKTOR-FAKTOR YANG MENIMBULKAN PERBEDAAN UPAH

Faktor-faktor penting yang menjadi sumber dari perbedaan upah diantara pekerja-pekerja didalam suatu jenis kerja tertentu, dan diantara golongan pekerjaan adalah :
1.       Perbedaan corak permintaan dan penawaran dalam berbagai jenis pekerjaan.
2.       Perbedaan dalam jenis-jenis pekerjaan.
3.       Perbedaan kemampuan, keahlian dan pendidikan.
4.       Terdapat pertimbangan bukan keuangan dalam memilih pekerjaan.
5.       Ketidak sempurnaan dalam mobilitas tenaga kerja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar